Artikel
Profil Masyarakat Desa
Profil Masyarakat mencerminkan perpaduan antara komunitas perkampungan tradisional dan pemukiman modern. Secara demografis, Desa Bojongmalaka memiliki jumlah penduduk yang cukup padat dengan komposisi usia yang beragam, mulai dari anak-anak, usia produktif, hingga lanjut usia. Mayoritas penduduknya beragama Islam dan terdiri dari berbagai latar belakang etnis, meskipun didominasi oleh suku Sunda. Tingkat pertumbuhan penduduk relatif stabil, dengan angka kelahiran dan kematian yang seimbang. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor informal seperti perdagangan, pertanian, dan jasa, sementara sisanya tersebar di sektor formal. Tingkat pendidikan masyarakat menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, ditandai dengan meningkatnya jumlah lulusan tingkat menengah dan perguruan tinggi. Keberagaman usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan menjadi modal penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Desa Bojongmalaka.
Berdasarkan data terbaru, berikut adalah gambaran profil masyarakatnya :
-
Demografi dan Kependudukan
-
- Jumlah Penduduk: Hingga akhir 2024, tercatat sekitar 25.876 jiwa
- Komposisi Gender: Terdiri dari 13.140 laki-laki dan 12.736 perempuan
-
Kondisi Sosial dan Keagamaan
- Keagamaan : Seluruh masyarakat beragama Islam dengan keberagaman organisasi kemasyarakatan (ormas).
-
Karakter Sosial : Kehidupan sosial masyarakat masih kental dengan budaya gotong royong, meski tantangan modernisasi mulai memengaruhi tingkat partisipasi warga, terutama di kalangan generasi muda.
-
Budaya : Bahasa sehari-hari yang dominan digunakan adalah Bahasa Sunda.
-
Ekonomi dan Mata Pencaharian
- Pekerjaan: Mayoritas masyarakat bekerja di sektor formal (buruh pabrik, karyawan swasta) dan sektor jasa, mengingat lokasinya yang strategis di kawasan industri Baleendah.
- Pertanian & Peternakan: Meski mulai tergerus pemukiman, sebagian kecil warga masih berprofesi sebagai petani atau peternak (sapi, kambing, ayam).
- Potensi Ekonomi: Masyarakat aktif dalam program pemberdayaan melalui pemanfaatan dana desa untuk peningkatan UMKM dan infrastruktur publik.
-
Tantangan dan Inisiatif Masyarakat
-
- Isu Lingkungan: Masyarakat menghadapi tantangan akses air bersih akibat pencemaran residu pupuk kimia dan keterbatasan infrastruktur, yang kini mulai diatasi melalui program filtrasi air sederhana.
- Kesiapan Bencana: Sebagai wilayah yang rawan bencana, masyarakat aktif dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).